Selasa, 26 November 2013

Moskow: Karena Gereja Sepi, Dilarang Bangun Masjid

Kebijakan anti-kaum Muslim di Moskow masih berlanjut. Buktinya, Moskow mengumumkan untuk menghentikan pembangunan sejumlah masjid, yang bertujuan untuk melemahkan komunitas umat Islam yang terus bertambah.
Sergei Sobyanin, Walikota ibukota Rusia, Moskow mengatakan bahwa masjid-masjid itu digunakan oleh pendatang dari luar kota, dan mereka inilah orang-orang yang menghendaki pembangunan masjid-masjid di ibukota Rusia.
Sergei mengatakan dalam pernyataannya kepada surat kabar Rusia “Komsomolskaya Pravda”: “Hampir dua juta penduduk asing tinggal di kota, yang sebagian besar dari mereka adalah pekerja Muslim, dimana mereka ini datang dari bekas republik Soviet, di Asia Tengah. Sementara perekonomian kota tidak dapat berjalan tanpa mereka. Namun kerumunan besar kaum Muslim yang memenuhi jalan-jalan Moskow, yang sedang mengantri untuk masuk masjid, sebagian besar adalah berasal dari luar kota, karena itu mereka tidak memiliki hak untuk membangun masjid di Moskow.”
Sergei menegaskan bahwa “Sekarang tengah dibangun sebuah masjid baru di Moskow, dan ia akan menjadi yang terakhir. Sebab setelah itu tidak akan dikeluarkan izin untuk membangun masjid baru. Saya berpikir bahwa masjid-masjid di Moskow sudah mencukupi.”
Di lain pihak, Rusyan Abiyasov, Ketua Dewan Fatwa, yaitu lembaga keagamaan resmi bagi kaum Muslim di Rusia, menegaskan bahwa masjid-masjid di kota belum mencukupi untuk menampung penduduk Muslim. Ia mengatakan bahwa setidaknya harus ada delapan masjid untuk menampung jumlah kaum Muslim yang cukup besar.
Keputusan walikota Moskow untuk mencegah pembangunan masjid baru itu dibuat setelah ia memantau ratusan gereja Ortodoks, yang ternyata di sebagian besar waktu kosong dari kegiatan keagamaan. Sementara itu, kaum Muslim berbondong-bondong mendatangi empat masjid yang berada di dalam perbatasan kota (islammemo.cc, 23/11/2013).

Bagaimana Al-Qur'an Menjawab Pertanyaan Manusia

Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ? (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab :
“...boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab :
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi dan putus asa?
Qur'an Menjawab :
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139)
“...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Lihat QS.Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab :
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab :
“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111)

Dikumpulkan dan dirulis ulang oleh Muhammad Ridha Ismail, sebagaimana Rujukan Asli dari Hakeem bin Zain

copas : kaskus.us

Gelar Terakhir dan Terbaik Bagi Manusia Adalah Almarhum

Ust. Felix Siauw

gelar terakhir dan terbaik bagi manusia adalah almarhum | begitulah sekarang kita sedang mengumpulkan persiapan

maka setiap dari kita sesungguhnya mengantri mati | yang kita tidak tahu di bagian barisan mana kita?

antrian mati itu terus mendekat dan tak pernah memanjang | kita makin mendekati mati namun jarang yang menyadari

tidak melihat kau atau aku atau dia tapi kita semua | karena setiap awal musti diakhiri akhirnya

jangan takut mati karena itu pasti | takutlah bagaimana caranya kita mati

betapa banyak yang sudah berlalu terlebih dahulu | namun enggan kita mengambil pelajaran

istri anak dan keluarga mereka harus dipersiapkan | terhadap ummat ini kita diminta pertanggungan

tiada amal yang menolong kecuali keikhlasan | maka ampunan Allah dan ridha-Nya sangat kita perlukan

semakin hari urat semakin kendur dan pandangan semakin luntur | maka apa yang dapat menyelamatkan hamba selain sabar dan syukur?

jangan lalai jangan lemah dan jangan terperdaya | nikmatnya dunia jangan buat lupa

sungguh tempat istirahat terbaik adalah surga | nantikan kaki-kaki kita saat menginjak disana

ini hanya pengingat bagi diri | yang sebentar lagi akan mati
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template